Harapan Yang Tlah Sirna
Namaku Indah , umurku 20 tahun , aku baru saja lulus kuliah S1 di salah satu Universitas di Bandung , aku mempunyai pacar bernama Rega , umurnya baru akan 22 tahun , aku pacaran dengannya sudah menginjak umur 1,5 tahun , aku pacaran dengan Rega ketika kuliah , aku berniat untuk menyempurnakan hubunganku dengan Rega dengan bertunangan dengannya , namun aku masih malu untuk mengatakannya , karena aku masih malu , jadi aku akan menundanya terlebih dahulu , dan juga aku belum kenal orang tuanya. Aku pun main ke rumahnya untuk mengetahui kedua orang tuanya , orang tuanya begitu ramah kepadaku , aku pun jadi malu.
Besok , Rega akan berulang tahun yang ke 22 , dia akan merayakan di rumahnya bersamaku , dia pun mengundang beberapa temannya , dan aku pun membelikannya kue ulang tahun sebagai tanda selamatku. Saat pesta ulang tahun , mantan Rega yang pernah pacaran lebih lama dari aku pun datang juga ke pesta ulang tahun Rega , Firda namanya , dia sangat dekat dengan orang tua Rega , sampai-sampai ibu Rega memeluknya dan menanyakan kabar ibu Firda. Aku pun dikenalkan oleh Rega kepada Firda , aku melihat pandangan Firda sangat sinis kepadaku seakan-akan dirinya iri melihatku berpacaran dengan Rega.
“Kalian kenalan dulu donk ! jangan diam aja !” kata Rega.
“Oh , iya sok aja atuh !” jawabku.
“Firda” kata Firda sambil menoleh ke arah kanan.
“Indah” jawabku.
Setelah aku berkenalan dengan Firda , aku langsung ikut larut dalam perayaan ultah Rega , dan ketika malam datang , Firda tiba-tiba meminta izin untuk “meminjam” Rega kepadaku , dan aku memperbolehkannya. Mereka berjanji akan pulang tepat waktu , dan setelah itu Rega akan mengajakku jalan. Setelah 1 jam ku nanti , mereka tak kunjung pulang ke rumahku , aku mulai khawatir dengan mereka , aku pun menelpon ke rumah Rega , dan ibunya berkata mereka belum pulang.
Aku pun lelah menunggu mereka , lalu aku pun tertidur pulas , dan paginya Rega menghubungiku dengan penuh ketakutan , seakan-akan dia sedang diteror , dan begitu kagetnya diriku mendengar sebuah kabar yang sangat tidak menyenangkan dari Rega.
“Sayang , maafin aku ya , maafin aku !” kata Rega.
“Maafin apa ? kamu kan ga ada salah sama aku ?” jawabku.
“Aku salah besar sama kamu sayang !” kata Rega lagi.
“Salah apaan sih ? aku ga ngerti apa maksud kamu !” jawabku lagi.
“Datang ke rumahku , aku akan jelaskan secara rinci !” tegas Rega.
Aku pun datang ke rumah Rega , dan ketika aku sampai ke rumahnya , perasaanku bagikan tersambar petir yang sangat cepat , ibu Rega dan Firda menangis , entah tahu kenapa apa yang dilakukan Rega terhadap mereka , yang lebih sakit lagi , aku mengetahui bahwa Rega telah meniduri Firda semalam di hotel , aku pun semakin sakit mendengar hal itu , Rega pun berulang kali mengatakan kata maaf kepadaku. Aku pun mulai menangis dan berlari jauh dari rumah Rega. Aku sangat kecewa dengan tingkah laku Rega terhadap mantannya sendiri , saat malam , Rega SMS aku untuk segera pergi menemuinya di kebun pisang miliknya , dia mengancam akan bunuh diri jika aku tidak datang.
“Indah , temui aku di kebun pisang sekarang !” tegas Rega.
“Gak mau ! aku kecewa sama kamu !” kataku sembari marah.
“Kalo kamu ga dateng , aku bakalan bunuh diri !” jawab Rega.
“Oke aku datang sekarang !” kataku.
Aku pun datang ke kebun pisang tersebut , tapi aku datang terlambat , aku mendapati Rega tengah mempersiapkan seutas tali untuk diikatkan di lehernya , dan sebuah bangku , petanda dia akan bunuh diri.
Aku pun berlari sekencang-kencangnya untuk mencegah perbuatan Rega , dan usahaku berhasil , Rega akhirnya membatalkan niatnya untuk bunuh diri.
“Rega ! jangan kau lakukan itu !” teriakku.
“Biarkan aku mati Indah ! aku memang tiada berguna !” teriak Rega.
“Kamu sayang gak sama aku ? kalo kamu sayang , jangan sekali-kali bunuh diri dihadapanku !” teriakku lagi.
“(diam) Baiklah aku akan membatalkannya untukmu Indah !” kata Rega.
Setelah itu , Rega membuang semua properti bunuh dirinya dan memeluk diriku yang sedang menangis , dia menyesal telah melakukan itu , tapi walau bagaimanapun dia harus menanggung akibatnya , yaitu menikahi Firda. Aku pun ikhlas membiarkan Rega menikah dengan Firda , meskipun aku kecewa , tapi aku tetap sayang Rega. Rega pun berjanji akan menjaga Firda dan bayi yang dikandungnya sebagaimana dia menjagaku.
Besoknya , Rega membuat surat undangan dan salah satunya tertulis namaku , aku pun membuka isi undangan tersebut , tertulis nama Rega dan Firda , padahal seharusnya yang tertera di undangan itu adalah namaku dan Rega. Aku pun kembali menangis , tapi perlahan aku mulai melupakannya. Aku harus menerima takdir ini , dan membiarkan Rega bahagia dengan Firda.
Dua hari kemudian , akad nikah pun dilaksanakan , dan aku pun menyalami mereka berdua , begitu kagetnya aku ketika mereka bersimpuh di kakiku , mereka pun mengatakan terima kasih telah merestui pernikahannya.
Seumur hidupku , inilah kisah yang terkelam yang pernah kualami , tapi aku yakin , banyak cowok lain yang tengah menungguku. Aku tidak akan pernah melupakan kisah ini.
THE END
Besok , Rega akan berulang tahun yang ke 22 , dia akan merayakan di rumahnya bersamaku , dia pun mengundang beberapa temannya , dan aku pun membelikannya kue ulang tahun sebagai tanda selamatku. Saat pesta ulang tahun , mantan Rega yang pernah pacaran lebih lama dari aku pun datang juga ke pesta ulang tahun Rega , Firda namanya , dia sangat dekat dengan orang tua Rega , sampai-sampai ibu Rega memeluknya dan menanyakan kabar ibu Firda. Aku pun dikenalkan oleh Rega kepada Firda , aku melihat pandangan Firda sangat sinis kepadaku seakan-akan dirinya iri melihatku berpacaran dengan Rega.
“Kalian kenalan dulu donk ! jangan diam aja !” kata Rega.
“Oh , iya sok aja atuh !” jawabku.
“Firda” kata Firda sambil menoleh ke arah kanan.
“Indah” jawabku.
Setelah aku berkenalan dengan Firda , aku langsung ikut larut dalam perayaan ultah Rega , dan ketika malam datang , Firda tiba-tiba meminta izin untuk “meminjam” Rega kepadaku , dan aku memperbolehkannya. Mereka berjanji akan pulang tepat waktu , dan setelah itu Rega akan mengajakku jalan. Setelah 1 jam ku nanti , mereka tak kunjung pulang ke rumahku , aku mulai khawatir dengan mereka , aku pun menelpon ke rumah Rega , dan ibunya berkata mereka belum pulang.
Aku pun lelah menunggu mereka , lalu aku pun tertidur pulas , dan paginya Rega menghubungiku dengan penuh ketakutan , seakan-akan dia sedang diteror , dan begitu kagetnya diriku mendengar sebuah kabar yang sangat tidak menyenangkan dari Rega.
“Sayang , maafin aku ya , maafin aku !” kata Rega.
“Maafin apa ? kamu kan ga ada salah sama aku ?” jawabku.
“Aku salah besar sama kamu sayang !” kata Rega lagi.
“Salah apaan sih ? aku ga ngerti apa maksud kamu !” jawabku lagi.
“Datang ke rumahku , aku akan jelaskan secara rinci !” tegas Rega.
Aku pun datang ke rumah Rega , dan ketika aku sampai ke rumahnya , perasaanku bagikan tersambar petir yang sangat cepat , ibu Rega dan Firda menangis , entah tahu kenapa apa yang dilakukan Rega terhadap mereka , yang lebih sakit lagi , aku mengetahui bahwa Rega telah meniduri Firda semalam di hotel , aku pun semakin sakit mendengar hal itu , Rega pun berulang kali mengatakan kata maaf kepadaku. Aku pun mulai menangis dan berlari jauh dari rumah Rega. Aku sangat kecewa dengan tingkah laku Rega terhadap mantannya sendiri , saat malam , Rega SMS aku untuk segera pergi menemuinya di kebun pisang miliknya , dia mengancam akan bunuh diri jika aku tidak datang.
“Indah , temui aku di kebun pisang sekarang !” tegas Rega.
“Gak mau ! aku kecewa sama kamu !” kataku sembari marah.
“Kalo kamu ga dateng , aku bakalan bunuh diri !” jawab Rega.
“Oke aku datang sekarang !” kataku.
Aku pun datang ke kebun pisang tersebut , tapi aku datang terlambat , aku mendapati Rega tengah mempersiapkan seutas tali untuk diikatkan di lehernya , dan sebuah bangku , petanda dia akan bunuh diri.
Aku pun berlari sekencang-kencangnya untuk mencegah perbuatan Rega , dan usahaku berhasil , Rega akhirnya membatalkan niatnya untuk bunuh diri.
“Rega ! jangan kau lakukan itu !” teriakku.
“Biarkan aku mati Indah ! aku memang tiada berguna !” teriak Rega.
“Kamu sayang gak sama aku ? kalo kamu sayang , jangan sekali-kali bunuh diri dihadapanku !” teriakku lagi.
“(diam) Baiklah aku akan membatalkannya untukmu Indah !” kata Rega.
Setelah itu , Rega membuang semua properti bunuh dirinya dan memeluk diriku yang sedang menangis , dia menyesal telah melakukan itu , tapi walau bagaimanapun dia harus menanggung akibatnya , yaitu menikahi Firda. Aku pun ikhlas membiarkan Rega menikah dengan Firda , meskipun aku kecewa , tapi aku tetap sayang Rega. Rega pun berjanji akan menjaga Firda dan bayi yang dikandungnya sebagaimana dia menjagaku.
Besoknya , Rega membuat surat undangan dan salah satunya tertulis namaku , aku pun membuka isi undangan tersebut , tertulis nama Rega dan Firda , padahal seharusnya yang tertera di undangan itu adalah namaku dan Rega. Aku pun kembali menangis , tapi perlahan aku mulai melupakannya. Aku harus menerima takdir ini , dan membiarkan Rega bahagia dengan Firda.
Dua hari kemudian , akad nikah pun dilaksanakan , dan aku pun menyalami mereka berdua , begitu kagetnya aku ketika mereka bersimpuh di kakiku , mereka pun mengatakan terima kasih telah merestui pernikahannya.
Seumur hidupku , inilah kisah yang terkelam yang pernah kualami , tapi aku yakin , banyak cowok lain yang tengah menungguku. Aku tidak akan pernah melupakan kisah ini.
THE END
Comments
Post a Comment