Cinta Dalam Topeng
Aku Anna , cewek berusia 17 tahun , aku mempunyai saudara kembar yang bernama Anne , dia merupakan cewek yang tidak memiliki kekurangan cacat fisik seperti diriku , dia pun lebih cantik dari aku.
Aku dan Anne sama-sama sekolah di SMA Bina Harapan kelas 3. sudah lama aku tidak merasakan indahnya pacaran , Anne sudah mempunyai pacar di kelas , para cowok memang lebih menyukai dia dibandingkan diriku.
Anne merasa kasihan terhadapku , sebagai saudara kembar , dia pun memberi rasa toleransinya kepadaku , dia menyuruhku untuk mencari pacar lewat chatting , karena baginya kalau di sekolah mustahil mendapatkan cowok.
Akhirnya aku pun menerima usulan darinya , saat pulang sekolah , aku dan Anne pun chatting di warnet , disana ada salah satu cowok yang bernama Radit mengajak chat denganku.
“Na , kesempatan tuh !” kata Anne.
“Iya , aku tau Ne !” kataku.
“Ya udah , kan udah ketemu , aku di komputer sebelah ya !” kata Anne.
“Oke , aku mau chat dulu ya !” kataku lagi.
Aku pun mulai serius chat dengan Radit , dia mulai menanyakan kriteria cowok yang aku inginkan , lama kelamaan aku dan dia semakin enjoy , dan sebelum aku dan Radit mengakhiri chat , dia memberikan nomor hp nya kepadaku.
Di rumah , aku mencoba untuk SMS dia , dan ternyata di balas , aku senang sekali , dia benar-benar tidak mempermainkan aku.
Hari demi hari aku dan Radit makin dekat , tiba-tiba Radit menyatakan cintanya kepadaku , disana , aku diam seribu kata , mengingat diriku hanyalah cewek yang cacat. Kemudian Anne mendekatiku.
“Ne , Radit nembak aku , gimana nih ?” kataku.
“Terima saja Na” kata Anne.
“Tapi aku takut ngecewain dia Ne !” tegasku.
“Biar aku aja yang akan menggantikanmu nanti” kata Anne.
“Menggantikan apa ?” jawabku heran.
“Menggantikanmu saat kamu bertemu Radit” kata Anne.
Aku heran , Anne rela menggantikanku saat nanti aku bertemu Radit , padahal dia masih berstatus pacaran dengan Nizar , tapi dia ikhlas untuk mengantikanku demi kelancaranku berhubungan dengan Radit.
Besoknya , aku dan Anne pun pergi ke tempat yang dijanjikan , aku didorong oleh Anne menggunakan kursi roda , dan disana terlihat cowok yang memakai baju kemeja putih , dialah Radit yang selama ini SMS dan telpon aku.
“Hey ! ini Radit ya !” kata Anne.
“Iya , kamu Anna kan ?” kata Radit.
“Yupz , eh iya , ini Anne , sodara kembarku” kata Anne.
“Anne” kataku.
“Radit” kata Radit.
Saat perkenalan itu , aku merasa malu akan diriku sendiri , tapi aku mencoba bersabar , dan saat mereka berpegangan tangan , ingin rasanya aku yang merasakan , bukan Anne. Aku terus menahan emosi untuk membiarkan mereka berduaan.
Aku dan Anne diajak nonton di bioskop , aku masih didorong oleh Anne , disana , Radit dan Anne semakin mesra saja , sementara diriku kembali harus melihat hal yang seharusnya aku dapatkan , aku pun tetap fokus nonton untuk mengalihkan pandanganku , dan ketika aku menoleh ke mereka lagi , aku melihat Anne menyandar ke Radit dengan penuh perasaan , kemudian Radit pun memegang tangan Anne , aku makin panas , dan ketika aku menjatuhkan popcorn ke lantai , mereka pun mengalihkan perhatiannya kepadaku.
“Kamu kenapa Ne ?” kata Anne.
“Ngga Na , cuman kesalahan kecil” kataku.
“Udah fokus nonton aja Ne , kita juga sama kok !” kata Radit bohong.
“Iya gak pa-pa kok !” kataku lagi.
Saat kejadian itu , aku semakin ingin menguak siapa Anna yang sebenarnya , aku terus berdo’a untuk segera membongkar topeng cinta ini.
Setelah nonton , Radit mengajak kami untuk makan , aku dan Anne ditraktir dia , sementara aku ke luar dulu untuk ke toilet , aku pun diantar oleh karyawati restoran. aku kaget ketika Nizar melihatku dari kejauhan , dan dia pun menghampiriku , aku bingung harus melakukan apa , dia menanyakan dimana Anne , dan celakanya , karyawati itu memberitahu dimana aku duduk. Dan apa yang tidak diharapkan pun terjadi.
“Anne ! siapa ini !” kata Nizar.
“Aku bisa jelaskan” kata Anne.
“Ada apa ini ? kamu siapa ?” kata Radit.
“Gue Nizar ! pacar dia , lo sendiri siapa ?” kata Nizar.
“Gue pacar dia !” kata Radit.
Mereka pun adu mulut didepanku dan didepan Anne , aku pun melerai mereka , dan disanalah rahasia itu terkuak , mereka pun berhenti beradu mulut.
“Dengerin semuanya ! Anna itu aku , dia itu Anne , Nizar , Anne tidak salah apa-apa , ini semua salahku ,” kataku jujur.
“Jadi , selama ini ....” kata Radit.
“Akulah Anna yang sebenarnya Dit , dia itu saudara kembarku” kataku.
“Kenapa kamu nggak jujur kepadaku ?” kata Radit.
“Aku takut kamu kecewa melihat kondisiku seperti ini !” tegasku.
“Aku ga akan mungkin kecewa sama cewek yang aku sayang !” tegas Radit.
“Kamu janji ? kamu bener-bener sayang sama aku ?” tanyaku.
“Aku benar-benar sayang sama kamu !” kata Radit.
Akhirnya dia tahu siapa diriku yang sebenarnya , Anne dan Nizar pun terharu melihatku berkata jujur di hadapan Radit , Radit pun akhirnya resmi menjadi pacarku , dan dia pun mau menerimaku dengan kondisi seperti ini , dia sayang banget sama aku , aku berjanji tidak akan mengecewakan dia .
THE END.
Aku dan Anne sama-sama sekolah di SMA Bina Harapan kelas 3. sudah lama aku tidak merasakan indahnya pacaran , Anne sudah mempunyai pacar di kelas , para cowok memang lebih menyukai dia dibandingkan diriku.
Anne merasa kasihan terhadapku , sebagai saudara kembar , dia pun memberi rasa toleransinya kepadaku , dia menyuruhku untuk mencari pacar lewat chatting , karena baginya kalau di sekolah mustahil mendapatkan cowok.
Akhirnya aku pun menerima usulan darinya , saat pulang sekolah , aku dan Anne pun chatting di warnet , disana ada salah satu cowok yang bernama Radit mengajak chat denganku.
“Na , kesempatan tuh !” kata Anne.
“Iya , aku tau Ne !” kataku.
“Ya udah , kan udah ketemu , aku di komputer sebelah ya !” kata Anne.
“Oke , aku mau chat dulu ya !” kataku lagi.
Aku pun mulai serius chat dengan Radit , dia mulai menanyakan kriteria cowok yang aku inginkan , lama kelamaan aku dan dia semakin enjoy , dan sebelum aku dan Radit mengakhiri chat , dia memberikan nomor hp nya kepadaku.
Di rumah , aku mencoba untuk SMS dia , dan ternyata di balas , aku senang sekali , dia benar-benar tidak mempermainkan aku.
Hari demi hari aku dan Radit makin dekat , tiba-tiba Radit menyatakan cintanya kepadaku , disana , aku diam seribu kata , mengingat diriku hanyalah cewek yang cacat. Kemudian Anne mendekatiku.
“Ne , Radit nembak aku , gimana nih ?” kataku.
“Terima saja Na” kata Anne.
“Tapi aku takut ngecewain dia Ne !” tegasku.
“Biar aku aja yang akan menggantikanmu nanti” kata Anne.
“Menggantikan apa ?” jawabku heran.
“Menggantikanmu saat kamu bertemu Radit” kata Anne.
Aku heran , Anne rela menggantikanku saat nanti aku bertemu Radit , padahal dia masih berstatus pacaran dengan Nizar , tapi dia ikhlas untuk mengantikanku demi kelancaranku berhubungan dengan Radit.
Besoknya , aku dan Anne pun pergi ke tempat yang dijanjikan , aku didorong oleh Anne menggunakan kursi roda , dan disana terlihat cowok yang memakai baju kemeja putih , dialah Radit yang selama ini SMS dan telpon aku.
“Hey ! ini Radit ya !” kata Anne.
“Iya , kamu Anna kan ?” kata Radit.
“Yupz , eh iya , ini Anne , sodara kembarku” kata Anne.
“Anne” kataku.
“Radit” kata Radit.
Saat perkenalan itu , aku merasa malu akan diriku sendiri , tapi aku mencoba bersabar , dan saat mereka berpegangan tangan , ingin rasanya aku yang merasakan , bukan Anne. Aku terus menahan emosi untuk membiarkan mereka berduaan.
Aku dan Anne diajak nonton di bioskop , aku masih didorong oleh Anne , disana , Radit dan Anne semakin mesra saja , sementara diriku kembali harus melihat hal yang seharusnya aku dapatkan , aku pun tetap fokus nonton untuk mengalihkan pandanganku , dan ketika aku menoleh ke mereka lagi , aku melihat Anne menyandar ke Radit dengan penuh perasaan , kemudian Radit pun memegang tangan Anne , aku makin panas , dan ketika aku menjatuhkan popcorn ke lantai , mereka pun mengalihkan perhatiannya kepadaku.
“Kamu kenapa Ne ?” kata Anne.
“Ngga Na , cuman kesalahan kecil” kataku.
“Udah fokus nonton aja Ne , kita juga sama kok !” kata Radit bohong.
“Iya gak pa-pa kok !” kataku lagi.
Saat kejadian itu , aku semakin ingin menguak siapa Anna yang sebenarnya , aku terus berdo’a untuk segera membongkar topeng cinta ini.
Setelah nonton , Radit mengajak kami untuk makan , aku dan Anne ditraktir dia , sementara aku ke luar dulu untuk ke toilet , aku pun diantar oleh karyawati restoran. aku kaget ketika Nizar melihatku dari kejauhan , dan dia pun menghampiriku , aku bingung harus melakukan apa , dia menanyakan dimana Anne , dan celakanya , karyawati itu memberitahu dimana aku duduk. Dan apa yang tidak diharapkan pun terjadi.
“Anne ! siapa ini !” kata Nizar.
“Aku bisa jelaskan” kata Anne.
“Ada apa ini ? kamu siapa ?” kata Radit.
“Gue Nizar ! pacar dia , lo sendiri siapa ?” kata Nizar.
“Gue pacar dia !” kata Radit.
Mereka pun adu mulut didepanku dan didepan Anne , aku pun melerai mereka , dan disanalah rahasia itu terkuak , mereka pun berhenti beradu mulut.
“Dengerin semuanya ! Anna itu aku , dia itu Anne , Nizar , Anne tidak salah apa-apa , ini semua salahku ,” kataku jujur.
“Jadi , selama ini ....” kata Radit.
“Akulah Anna yang sebenarnya Dit , dia itu saudara kembarku” kataku.
“Kenapa kamu nggak jujur kepadaku ?” kata Radit.
“Aku takut kamu kecewa melihat kondisiku seperti ini !” tegasku.
“Aku ga akan mungkin kecewa sama cewek yang aku sayang !” tegas Radit.
“Kamu janji ? kamu bener-bener sayang sama aku ?” tanyaku.
“Aku benar-benar sayang sama kamu !” kata Radit.
Akhirnya dia tahu siapa diriku yang sebenarnya , Anne dan Nizar pun terharu melihatku berkata jujur di hadapan Radit , Radit pun akhirnya resmi menjadi pacarku , dan dia pun mau menerimaku dengan kondisi seperti ini , dia sayang banget sama aku , aku berjanji tidak akan mengecewakan dia .
THE END.
Comments
Post a Comment