Behind The Song of "Memendam Rasa"


“MEMENDAM RASA” Based on the song of “The Ramnit”
Namaku Bram, aku adalah cowok yang di kenal cupu di kelasku, aku memang sering dianggap sebelah mata oleh teman-temanku, yah memang aku ini hanya cowok yang tidak punya apa-apa, cowok-cowok di sekitarku pun sering mengejekku hanya karena aku tidak mempunyai apa-apa.
Tapi walau bagaimanapun aku tetap mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepadaku.

Suatu ketika, aku dan temanku Ilham sedang berjalan di lorong kantin tepat dimana aku sering nongkrong bareng teman-temanku, dan tiba-tiba aku melihat seorang cewek melintas tepat di depanku, dia adalah Rasti. Banyak orang sangat menyukainya, aku pun kagum dengan sifatnya yang baik dan ramah, pantas saja dia banyak disukai oleh cowok-cowok disini. Aku pun mulai berkenalan dengannya, awalnya aku sedikit ragu karena kepolosanku ini, aku merasa tidak layak untuk mengenali Rasti, tapi dengan semangat dan dorongan dari temanku Ilham, aku pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan Rasti. Dan akhirnya aku pun diterima oleh Rasti dengan baik, huhh .. senang rasanya .. baru kali ini ada seseorang yang ingin dekat denganku.

Hari berlalu sangat cepat, tak ku sangka sekarang hubunganku dengan Rasti menjadi seorang sahabat, aku pun mulai mengenal Rasti lebih jauh lagi, dan aku pun mulai menyukainya …
Saat itu, aku dan teman-temanku mengadakan acara di rumah Amel, aku dan Rasti di suruh Ilham untuk menunggu di bawah, karena kebetulan aku dan Rasti sedang tidak enak badan, tidak seperti mereka yang sehat. Aku pun mengalah saja …
Jam menunjukkan pukul 21.00, aku mulai kehilangan tenagaku tiba-tiba Rasti membawakan obat kepadaku, aku pun terkejut karena aku pikir ini bukan untukku, dengan sedikit senyum aku pun mengambil obat dan segelas air yang Rasti berikan padaku. Aku pun senang sekali karena Rasti aku jadi agak baikan.

Aku makin hari makin senang dengan sifat Rasti, sekarang kita semua sudah mempunyai pacar masing-masing, termasuk diriku ini, tapi aku sangat tidak beruntung saat itu, di saat teman-temanku yang lain membawa pacarnya ke rumah Amel, pacarku tidak hadir disana… aku pun sepi sekali, dan aku pun menghampiri Rasti yang saat itu pun bernasib sama denganku.
Aku pun mengobrol dengannya, dia ternyata kesepian karena saat itu pacarnya memutuskan hubungan dengannya, aku pun mencoba menenangkannya dan memberi dia dukungan, dan akhirnya dia pun berhenti menangis.. aku senang sekali, Rasti yang dulu pemurung sekarang menjadi ceria. Tiba-tiba, hatiku mendadak berubah seketika … mengapa aku jadi sayang kepada Rasti, setiap hari aku pun slalu memikirkan dia, Rasti seakan-akan ingin sekali aku jadikan pacar… tapi aku pun sadar, aku sudah mempunyai pacar, dan aku ini hanyalah temannya.
Yah apa boleh buat, aku pun harus memendam rasa ini hingga waktunya tiba.

Meskipun dia temanku, tapi yang ku rasakan dia slalu menemani hari-hariku,dia selalu ada di belakangku ketika aku sedang di dalam masalah, tetapi akhir-akhir ini Rasti sering menghilang, dia mulai meninggalkanku sedikit demi sedikit. Dan ternyata, aku mulai mengerti karena Rasti sekarang sudah mempunyai pacar. Yanto namanya, aku pun merasa kesepian saat itu.

Beberapa bulan berlalu, aku pun sudah mulai terbiasa dengan ketiadaan Rasti di hari-hariku, tapi aku masih memendam rasa kepadanya, aku pun mulai merasakan betapa pedihnya memendam rasa indahku sendirian, dan aku mencoba untuk bersabar dan terus bersabar. Hingga akhirnya Rasti pun kembali datang, senang sekali rasanya … aku sering bercanda, curhat, dan bertukar infornasi dengannya. Senang rasanya bias bersama Rasti kembali ….
 Suatu ketika aku tanpa sengaja melihat Rasti dan Yanto bergandengan tangan, dan mengapa hatiku bagaikan tersambar petir, terasa pedih ketika aku menatap Rasti bergandengan tangan dengan Yanto, aku hanya bisa terdiam disana tanpa ada rasa apapun terlintas di benakku. Aku pun langsung mengalihkan pandanganku dan aku pun berlari meninggalkan mereka.

Malam harinya, aku masih teringat Rasti, entah mengapa aku masih slalu memikirkannya, aku slalu berkhayal bahwa aku adalah pacarnya, tapi itu semua hanya mimpi, aku slalu bermimpi tuk dapatkan cinta Rasti. Hubungan Rasti dengan Yanto pun makin langgeng, aku mulai putus asa dan merasa hancur karenanya, harapan untuk bersama Rasti hanya menjadi luka bagiku. Hanya keajaiban yang bisa menyatukanku dengan Rasti.



Aku pun terdiam, dan tanpa aku sadari aku menyanyikan sebuah lagu ciptaan band ku ….

Ku ingin temani harimu kembali … ketika bayangmu slalu menemani …
Andaikan kau tahu begitu perih … memendam rasa indahku sendiri …
Kan ku jadikan dirimu yang terindah … selalu bermimpi untuk mendapatkan cintamu
Namun kini harapanku hancurlah sudah … cinta yang indah kan menjadi luka …
Ku hanya bisa menatapmu, dengan hati penuh luka … ketika ku lihat kau bersamanya …
Ku hanya bisa terdiam, menyesali waktu … bodohnya diriku, tak ungkapkan perasaanku…”

Iringan lagu itu selalu mengingatkanku dengan sosok Rasti yang takkan pernah ku lupakan seumur hidupku, aku sangat mencintainya, tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaanku kepadanya, karena Rasti telah bersama Yanto, aku hanya bisa berharap pada Tuhan agar aku bisa mendapatkan cinta Rasti suatu saat nanti … aku pun harus memendam rasa ini sampai kapanpun … Andaikan saja Rasti menjadi pacarku, akan ku jadikan dirinya yang terindah dalam sejarah hidupku ini … tapi semua itu hanya mimpi bagiku …

“ THE END “

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Cantik Gadis Maroko

Materi Sistem Basis Data TKJ X