Arti Kesabaran

Aku adalah seorang cowok yang bernama Putra, aku bersekolah di sebuah SMA di kota Bandung, dan aku di dunia ini hidup sendiri, karena kedua orang tuaku sudah mendahuluiku ketika umurku masih 5 tahun. aku tergolong cowok yang biasa saja, tidak ada yang lebih dariku, dan aku pun sering dikucilkan oleh semua teman-temanku. Tetapi aku masih beruntung karena Allah SWT masih memberiku kesabaran yang sangat tinggi. 

Setiap hari aku sering di maki dan di remehkan, dan kadang-kadang teman-temanku datang hanya saat mereka mebutuhkanku, tapi setelahnya mereka “membuang” diriku. Suatu ketika, di sekolahku akan mengadakan sebuah event olimpiade matematika, aku berniat untuk mengikutinya, tetapi lagi-lagi aku tidak disetujui oleh teman-temanku. Dan yang ikut olimpiade itu adalah temanku yang memang sudah diakui kecerdasannya.

Aku pun masih bersabar untuk menunggu kepercayaan dari teman-temanku, dan aku tidak menyerah dan tetap optimis bahwa suatu saat aku akan menjawabnya.

Setiap malam aku tidak lupa kepada Allah SWT untuk mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya padaku, dan aku pun teringat dengan orang tuaku yang sudah 10 tahun meninggalkanku, aku pun berdo’a agar mereka semua ditempatka n di tempat yang diridhoi-Nya.

Malam pun mulai larut, aku pun tertidur dan aku bermimpi mengangkat sebuah trophy juara 1, dan semua teman-temanku mengelu-elukanku, tapi itu semua hanyalah mimpi, dan kecil peluangnya akan menjadi kenyataan.

Satu minggu sebelum olimpiade matematika itu dimulai, di sekolahku akan diadakan test antar-kelas, aku pun turut serta dalam test itu, karena aku adalah anggota dari kelas, namun lagi-lagi aku harus bersabar, aku dianggap sebagai parasit dalam kelas.

Tapi aku tidak berkecil hati, aku terus saja berusaha untuk menjadi yang terbaik.
Dan tiba saatnya test itu dimulai, semua temanku tampak serius mengerjakan soal test itu, dan aku juga sama seperti mereka. Waktu terus berjalan, dan akhirnya test selesai juga, dan hasil test itu akan diumumkan besok. 

Besoknya aku melihat hasil test itu, dan Alhamdulilah aku menempati urutan pertama, temanku yang diandalkan dalam olimpiade matematika pun iri padaku, dan melaporkan ke pemeriksa kalau hasil kerjaku adalah hasil menyontek kepadanya. Ya Allah, cobaan apa lagi yang engkau turunkan kepada hambamu ini ??

Aku pun dipanggil oleh pemeriksa, untuk membuktikan apakah hasil kerjaku hasil menyontek atau tidak, dan ternyata tetap saja temanku itu tidak percaya. Aku terkejut ketika pengawas ruanganku datang dan membelaku, pengawas itu berkata bahwa aku mengerjakkan test itu sendiri dan tanpa menyontek, pengawas itu juga memberi bukti, dan akhirnya hasil kerjaku diakui sebagai hasil sendiri, sementara temanku diberi hukuman diskualifikasi karena telah memfitnahku.

Hasil yang ditorehkan olehku ternyata membuat aku dijadikan sebagai wakil untuk olimpiade matematika yang akan dilakukan 2 hari lagi, aku pun senang sekali, aku pun berniat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Waktu terus berjalan, dan tidak terasa acara olimpiade itu dimulai, aku pun percaya diri akan kemampuan yang Allah SWT berikan padaku, dengan berbekal niat dan ketulusan hati, aku pun mengerjakan soal olimpiade matematika.

Dan setelah aku mengerjakan soal itu, aku pun tinggal menunggu hasil dari para juri dan ternyata usahaku tidak sia-sia, aku berhasil memmenangkan olimpiade matematika. Para guru pun menyalamiku dan teman-temanku pun bertepuk tangan untukku, mereka pun memelukku dan meminta maaf atas apa yang mereka lakukan selama ini terhadapku, aku pun hanya tersenyum mendengar itu.

Malam harinya, aku bersyukur atas apa yang aku dapatkan kepada Allah SWT, dan aku pun kini bisa tenang. Dan ketika aku tidur, aku bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki berbaju putih, dia berkata padaku
“Hei nak, ini adalah hasil jerih payah dari kesabaranmu, engkau janganlah lupa kepada Allah SWT dan syukuri apa yang Dia beri untukmu” 
THE END

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Cantik Gadis Maroko

Materi Sistem Basis Data TKJ X